Sastra
Pangeran Bahagia · Kutipan
Sebelum Burung Layang-layang sempat membuka sayapnya, tetes ketiga jatuh. Ia mendongak dan melihat—ah, apa yang dilihatnya? Mata Pangeran Bahagia p…
Bagian · 1
Sebelum Burung Layang-layang sempat membuka sayapnya, tetes ketiga jatuh. Ia mendongak dan melihat—ah, apa yang dilihatnya? Mata Pangeran Bahagia penuh air mata, yang mengalir di pipinya yang keemasan. Wajahnya begitu indah di bawah cahaya bulan sehingga Burung Layang-layang kecil itu merasa iba.Sumber dan hak
- Karya
- Pangeran Bahagia
- Edisi
- Terjemahan baru dari teks Inggris
- Hak
- Teks asli domain publik; terjemahan baru oleh Typing Ink.
Fokus latihan
- Irama stabil teks panjang
- Bagian 1Mulai bagian ini
Sebelum Burung Layang-layang sempat membuka sayapnya, tetes ketiga jatuh. Ia mendongak dan melihat—ah, apa yang dilihatnya? Mata Pangeran Bahagia penuh air mata, yang mengalir di pipinya yang keemasan. Wajahnya begitu indah di bawah cahaya bulan sehingga Burung Layang-layang kecil itu merasa iba.